ASN Purwakarta Canangkan Komitmen Pakai Elpiji Pink

Dejurnal.com, Purwakarta – Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Purwakarta mencanangkan komitmen memakai LPG (Liquefied Petroleoum Gas) Bright Gas Pertamina 5,5 kilogram atau Elpiji pink.

Dengan pencanangan komitmen sekaligus deklarasi ASN dalam rangka perayaan Hari konsumen Nasional ke -7 yang digelar di Bale Sawala Yudhistira, Senin (25/7/2019), pemakaian LPG Bright Gas yang merupakan bahan bakar non subsidi diperkirakan naik menjadi 20 persen dari total konsumsi LPG di Kabupaten Purwakarta.

“Hari ini setidaknya 800 orang ASN hadir dan mendukung program penggunaan LPG Bright Gas Pertamina 5,5 kilogram. Komitmen tersebut menunjukkan kepedulian kami untuk memakai bahan bakar rumah tangga yang kualitasnya lebih baik, lebih aman karena memiliki valve ganda, dan lebih terjamin dengan adanya barcode berhologram,” ujar Bupati Kabupaten Purwakarta, Anne Ratna Mustika, dalam pembukaan acara Peringatan Hari Konsumen Nasional ke-7 Tingkat Kabupaten Purwakarta Tahun 2019.

“ASN yang masih menggunakan tabung gas bersubsidi akan di tindak tegas melalui BKPSDM dan tunjangannya akan di hentikan, dengan pengawasan melibatkan masyarakat dan pangkalan gas yang lebih mengetahui di lingkungannya adanya ASN” ucapnya

Pada ajang ini, PT Pertamina (Persero) memberikan potongan harga Rp 61 ribu untuk pembelian perdana Bright Gas 5,5 kilogram (tabung dan isi), yakni dari harga normal Rp350 ribu menjadi Rp289 ribu per tabung.

Pertamina juga akan bekerjasama dengan koperasi di masing-masing dinas, sehingga ASN memiliki kemudahan membeli Bright Gas di koperasinya masing-masing.

Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III, Dewi Sri Utami mengungkapkan, pada tahun 2019, pengguna LPG Non Subsidi di Kabupaten Purwakarta mencapai 10 persen  dari total konsumsi LPG, baik LPG Subsidi (Public Service Obligation/PSO) 3 KG maupun LPG Non Subsidi yakni Bright Gas 5,5 KG 12 KG dan 50 KG. Total konsumsi LPG di Purwakarta sekitar 730 ribu tabung per bulan.

Dewi berharap, konsumsi dari ASN diharapkan bisa meningkatkan pengguna LPG Non Subsidi menjadi 20 persen.

“LPG Subsidi 3 KG sesuai peraturan pemerintah diperuntukan untuk masyarakat miskin, karena itu kuota untuk tiap daerah dibatasi sesuai dengan ketentuan Pemerintah. kami menghimbau masyarakat yang tidak berhak untuk menggunakan produk LPG Non Subsidi, sehingga penggunaan LPG 3 KG benar-benar tepat sasaran,” jelas Dewi.

LPG Non Subsidi dapat ditemui di sejumlah outlet seperti minimarket modern, sejumlah SPBU, serta agen dan pangkalan LPG Pertamina. Masyarakat juga bisa menghubungi Call Center Pertamina di 135 untuk jasa layanan antar LPG Non Subsidi tersebut.***Budy