Animo Siswa Bersekolah di SMK Negeri 12 Garut Meningkat

Dejurnal.com, Garut – Animo masyarakat terutama orang tua siswa untuk menyekolahkan anaknya di SMK Negeri 12 Garut meningkat secara signifikan. Faktanya, dalam penerimaan PPDB tahun 2019, calon siswa SMK Negeri 12 Garut mengalami kenaikan dua kali lipat atau seratus persen dari siswa tahun 2018.

“Ya, tahun ini kita menerima siswa baru 270 orang, sementara yang mendaftar lebih dari tiga ratus orang,” ungkap Kepala SMK Negeri 12 Garut Nur Al Purkan saat ditemui dejurnal.com di kantornya, Kamis (18/7/2019).

Menurut Nur, SMK Negeri 12 Garut ingin menerima semua siswa yang mendaftar, namun dari tujuh jurusan yang tersedia lima jurusan sudah penuh, ada dua jurusan yang justru minim peminat yaitu pertanian dan perikanan.

“Siswa diarahkan ke dua jurusan tersebut tetap saja tidak mau,” cetusnya.

Namun demikian, hal itu tidak menjadikan Nur patah semangat, justru menjadi tantangan ke depan agar dua jurusan tersebut menjadi diminati.

“Ada mindset yang belum tepat di masyarakat, jika sekolah masuk jurusan pertanian nantinya jadi tukang cangkul, kaloo cuma nyangkul kenapa harus sekolah,” selorohnya.

Nur mengakui, secara umum saja selama ini SMK Negeri 12 Garut dikenalnya sebagai sekolah pertanian, wajar jika masyarakat enggan mendaftarkan anaknya karena dipikirnya sekolah khusus pertanian.

“Itu justru jadi tantangan bagi kami untuk memberikan pemahaman, lapangan kerja di bidang pertanian justru banyak dan bukan nyangkul, ada perkebunan sawit yang setiap tahun selalu membutuhkan tenaga kerja, dan di pemerintahan pun minimal bisa menjadi penyuluh pertanian,” jelasnya.

Tahun 2021, Nur mentargetkan SMK Negeri 12 Garut dapat menampung 600 sampai 700 siswa, dan itu realistis dengan posisi sekolah yang berada di pusat kota.

“Insya allah dengan kerja keras kita semua hal itu bisa diwujudkan,” harapnya.

Terkait kiat SMK Negeri 12 Garut mampu meningkatkan jumlah siswa, Nur mengungkapkan bahwa selama ini pihaknya melakukan video profil tentang sekolah secara utuh dan jujur ke para calon siswa.

“Kita tidak menggiring mereka untuk sekolah di SMK Negeri 12, namun mereka sendiri yang menentukan apa yang terbaik menurut mereka,” pungkasnya.***Rachmanesha