Diduga Desa Dukuh Belum Realisasikan Pembangunan dari ADPD Tahap Satu

Dejurnal.com, Bandung – Kepedulian pemeritah pusat, provinsi maupun daerah kepada desa desa patut mendapat apresiasi dari kita semua. Berbagai bantuan telah, sedang dan akan terus digulirkan dalam rangka pembangunan desa maupun pemberdayaan masyarakat dan pembangunan peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang ada di desa tersebut.

Namun sayang seribu saya kepedulian pemerintah tersebut, tidak begitu di respon oleh pemangku kebijakan di Desa Dukuh Kecamatan Ibun.

Lebih kurang dua minggu yang lalu Desa Dukuh telah mencairkan bantuan yang bersumber dari Pemerintah Kabupaten Bandung yaitu alokasi dana perimbangan desa ( adpd ) tahap 1. Bantuan tersebut selain dialokasikan untuk biaya rutin ( biaya gaji ) juga untuk pembangunan fisik dan pemberdayaan masyarakat serta bantuan sosial.

Tanggal 15/5/2019 awak media dejurnal.com menyambangi desa Dukuh dengan tujuan untuk bersilaturahmi sekaligus memantau sampai sejauh mana realisasi dari bantuan adpd tahap 1 tersebut, dan menemui pjs Desa Dukuh Engkus Kusnadi.

Engkus Kusnadi menyatakan pihaknya belum merealisasikan pembangunan fisik di wilayah, dikarenakan saat ini bulan ramadhan. ” kang karagok bulan puasa kieumah ke we panginten tos syawal” tutur Engkus dalam bahasa sunda.

Sedangkan yang sudah ia realisasikan dari adpd tahap pertama itu adalah biaya rutin yaitu gaji bpd dan rt/rw. Jelas Engkus.

Lebih lanjut awak media dejurnal.com menanyakan berapa orang anak yatim fiatu dan kaum duafa diberikan bantuan dari adpd. Engkus menjawab dengan enteng sembari tersenyum “kang etamah abdi teu apal da abdi mah enggal”

Sungguh ironis sekali jawaban dari seorang pemangku jabatan di Desa Dukuh sekaligus kuasa pengguna anggaran, dengan entengnya menjawab tidak tau. Di sisi lain Engkus sendiri merupakan asn Kecamatan Ibun. ***

Taryana Budiman