Pentingnya Memiliki Kartu Tani Bagi Petani

    Dejurnal.com,GARUT – Banyak petani yang belum sadar akan pentingnya memiliki kartu tani sebagai program Pemerintah Pusat untuk mengendalikan subsidi pupuk.

    Pemerhati Pertanian Kabupaten Garut, Purkon (40) menjelaskan, kartu tani sejatinya merupakan media penyaluran bansos dan subsidi dengan menggunakan kartu yang dikeluarkan melalui perbankan.

    “Nantinya hanya petani yang memiliki kartu tani saja yang dapat membeli pupuk bersubsidi. Hal itu sudah tertuang dalam Permentan nomor 67 tahun 2016 dan Permendag nomor 15 tahun 2013 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi,” katanya saat diwawancarai di kediamannya di Kecamatan Banjarwangi, Sabtu (15/9/2018).

    “Ini bantuan bersubsidi yang berbasis tabungan, dimana data penerima akan terekam langsung melalui e-wallet untuk belanja pupuk sesuai kuota,” tambah Purkon.

    Untuk Kabupaten Garut, Pemerintah menjalin kerjasama dengan Bank BNI. Maka syaratnya membuka rekening lewat BNI agar dapat menggunakan kartu tani.

    Purkon berharap, petani agar pro aktif bertanya ketika mereka belum terdaftar atau belum memiliki kartu tani.

    “Dalam hal ini petani harus mengejar Penyuluh Pertanian sebagai leading sektor dalam program kartu tani. Selain itu segera konsultasi dengan Pemerintah Desa setempat,”katanya.

    Purkon menambahkan, ada beberapa tujuan Pemerintah menyalurkan kartu tani. Diantaranya, meningkatkan produktivitas pertanian, memberikan jaminan ketersediaan pupuk dan melindungi petani dari gejolak harga pupuk.

    Manfaat lain yang bisa dirasakan pemilik kartu, mereka dapat meningkatkan produk pangan dan komoditas pertanian, kemudian mendorong penerapan pemupukan berimbang.

    “Intinya agar penggunaan pupuk tepat sasaran, tepat jenis, tepat mutu dan tepat jumlah. Termasuk juga tepat tempat dan waktu serta tepat harga,” paparnya.

    Dengan adanya kartu tani,Pemerintah juga dapat meminimalisir penyaluran pupuk yang tidak tepat sasaran.

    “Dengan kartu tani, pupuk tidak bisa semua orang beli, karena pupuk bersubsidi itu bukan barang yang diperdagangkan bebas,” imbuhnya.

    Dalam hal ini, Pemerintah sudah menyampaikan pesan bahwa tidak akan memberikan program bantuan pada pribadi (perorangan), namun harus berkelompok (tergabung dalam kelembagaan petani).

    Selain itu dengan kerjasama Pemerinta bersama Perbankan, maka alur transaksi tercatat jelas dan tidak bisa dibuat-buat.

    “Dengan kartu tani, maka dipastikan dapat menata petani yang pasif atau belum tergabung dalam poktan akan bergabung,” imbuh dia.

    Karena itulah Purkon, akan berjuang agar para petani seluruhnya mendapatkan haknya. Jangan sampai petani miskin di Kabupaten Garut justru tidak mendapatkan kartu tani.”( Udg/Og)