Dengan Program Garut Peduli, Baznas Garut Bedah Rumah Guru Ngaji

    Dejurnal.com, Garut– Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kab. Garut kerap lakukan pembangunan (Bedah) rumah tidak layak huni (RTLH) untuk warga masyarakat Garut yang kurang mampu. Seperti lusa pada hari Sabtu (1/9/2018) mendatang Baznas akan segera bedah rumah milik Ustad Ade Aban seorang guru ngaji di Kp. Pidayeuhen Rt 1 RW 6 Desa. Situsaeur. Kecamatan Karangpawitan,Kabupaten Garut.

    Ketua Baznas Garut, Rd. Aas Kosasih mengaku, bangga, bisa menyalurkan pada orang yang benar-benar memerlukan bantuan,artinya tepat pada sasaran, salahsatunya Ustadz Ade Aban (Guru Ngaji), sebut Aas, dia layak untuk mendapatkan bantuan tersebut.

    Selain rumahnya tidak layak huni juga berpenghasilan minim mengingat kesehariannya hanya buruh serabutan, tenaga pendidik (guru ngaji), akan tetapi siapapun yang menerima bantuan atau santunan, lanjut Aas,berharap bisa bermanfaat dan barrokah untuk menunjang kehidupan dalam kesehariannya. “Ujar Aas.saat ditemui diruang kerjanya. Jl. Pramuka. Garut kota. Kamis (30/8/2018).

    Lebih lanjut Aas menjelaskan, Baznas sudah memiliki data Mustakhiq penerima manfaat bantuan pembangunan rutilahu dikabupaten Garut, ada sekitar 37 unit rumah yang akan dan sudah dilaksanakan pembangunannya, selanjutnya bantuan rutilahu yang dimilik Ade Aban merupakan salah satu yang masuk dalam program kerja Baznas yakni “Garut Peduli” ungkapnya.

    Sementara dalam hari itu juga Agus Mulyadi kepala Desa Situ Sauer saat di temui di kantornya membenarkan bahwa salah satu warganya Ustadaz Ade Aban mendapat bantuan dari Baznas.

    Ustadz Ade Aban memang layak mendapat bantuan karena rumahnya sudah tidak layak huni,dindingnya yang terbuat dari bilik sudah pada bolong,begitu juga atapnya,ungkapnya.

    Agus juga mengantar ke rumah penerima mampaat Ustadz Ade.

    Kami atas nama pemerintah Desa dan warga Situ Sauer mengucapkan banyak terima kasih pada Baznas yang telah peduli memberi bantuan pada warga kami,pungkas Agus di dampingi Ustadz Ade penerima mampaat. (Tadz.)