Pemkab Bandung Bangun Bendungan Haur Cucuk Paseh

    Dejurnal.com- Bandung,-

    Dalam aturan penjelasan peraturan daerah Kabupaten Bandung ( perda ) nomor 10 tahun 2011 tentang irigasi telah dijelaskan bahwa peran sektor pertanian sangat strategis dalam perekonomian nasional dan kegiatan pertanian tidak terlepas dari air. Oleh sebab itu bendungan dan irigasi sebagai salah satu komponen pendukung keberhasilan pembangunan pertanian mempunyai peran yang sangat penting.

    Adanya perubahan tujuan pembangunan pertanian dari meningkatkan produksi untuk swasembada beras menjadi melestarikan ketahanan pangan, meningkatkan pendapatan petani, meningkatkan kesempatan kerja di pedesaan dan perbaikan gizi keluarga, serta sejalan dengan semangat demokrasi, desentralisasi dan keterbukaan dalam tatanann bermasyarakat.

    Sebagai implementasi dari itu pemerintah Kabupaten Bandung melalui dinas PUPR pada tahun 2018 ini sedang membangun bendungan Haur Cucuk di desa Drawati kecamatan Paseh. Sedangkan pelaksanaan pembangunan Bendungan Haur Cucuk dilaksanakan oleh pihak ketiga.

    Menurut Cahya Wiyana selaku mantri air / cai wilayah Paseh pada dinas UPT PUPR Sub Das Cirasea yang dijumpai dejurnal.com dikantornya, Selasa 31 Juli 2018. Menuturkan bahwa pembangunan bendungan Haur Cucuk mempunyai bentangan ( lebar ) 10 meter serta tingginya 3 meter.

    Pembangunan bendungan Haur Cucuk itu sangat diidam idamkan oleh para petani, sejak tahun 1994 ( zamannya kades Momon ) baru terealisasi sekarang, Ujar Cahya Wiyana.

    Cahya Wiyana mengungkapkan bahwa bendungan Haur Cucuk ini mengairi ratusan hektar sawah di dua desa yaitu desa Drawati dan Desa Loa.

    Ia berharap “Semoga dengan refresentatifnya bendungan Haur Cucuk maka air kesawah akan terus berkesinambungan dan pola tanam padi bisa 3 kali dalam 1 tahun. Hal ini akan bermuara kepada peningkatan pendapatan para petani di dua desa tersebut. Pungkasnya.

    Taryana Budiman