Korban Bencana Lengkong Bangun Rumah Secara Swadaya

    Dejurnal.com, Garut – Warga Ciawi dan Lengkong Kecamatan Cisompet yang menjadi korban bencana pergeseran tanah yang terjad di tahun 2016 terpaksa membangun rumah dengan swadaya. Pasalnya, setelah tiga tahun menunggu janji dari pemerintah yang akan membangunkan rumah buat mereka tak kunjung dipenuhi.

    “Bantuan yang kami terima selama tiga tahun menunggu ini hanya berupa uang sepuluh juta rupiah yang kami terima tahun lalu,” ungkap Dede, salah satu korban bencana pergeseran tanah kepada dejurnal.com, Jum’at (20/4/2018).

    Pemerintah, lanjut Dede, berjanji kepada warga Ciawi dan Lengkong korban bencana pergeseran tanah akan membangunkan rumah type 36 dan kita tinggal menerima kunci.

    “Namun sampai detik ini tak ada,” ujarnya.

    Warga korban bencana, imbuh Dede, hanya menerima uang Rp 10 juta yang diberikan melalui rekening masing-masing tahun lalu, kemudian uang tersebut dibelanjakan digalang dan dibelanjakan kepada dua material berupa bata, pasir, papan, semen, dan besi.

    “Bahan material tersebut ditumpuk di tanah relokasi, yaa di sini,” ujarnya.

    Masih menurut Dede, bahan material yang lama ditumpuk sebagian lapuk dan ada juga yang terbawa air hujan karena lamanya disimpan.

    “Kami menunggu bantuan untuk pembangunan, namun tak kunjung ada lagi, daripada nanti bahan habis, ya terpaksa kita bangun apa adanya,” keluhnya.

    Menurut keterangan Dede, ada sekitar 171 warga korban bencana yang ditempatkan di tanah relokasi pinggir jalan raya Cisompet, sisanya berada di tempat lain.

    “Sebagian warga masih banyak yang bertahan di tenda-tenda dimana bencana terjadi karena bingung harus kemana dan bagaimana,” pungkasnya.***

    Rachman Esha