Even Paralayang dan Gantolle Kapolda Cup 2018 Raih Rekor MURI

    Dejurnal.com, GARUT – Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto membuka
    kejuaraan Paralayang dan Gantolle Kapolda Cup yang digagas Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, SIK ini berhasil meraih rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) peserta Paralayang terbanyak bertempat di Bukit Parama Satwika, Gunung Putri, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut,  Kamis (19/4/2018), rencananya berlansung sampai hari Minggu 22/4/2018.

    Dalam acara even tersebut diikuti oleh 153 peserta ini berasal dari hampir seluruh Jawa Barat, beberapa daerah luar Jawa Barat, dan peserta dari luar negeri.

    Kejuaraan ini paralayang dan gantole baru pertama di Garut ini dibuka oleh Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto

    Kapolda Jabar dalam sambutannya mengatakan, ini merupakan‎ wujud kepedulian Polri terhadap olahraga ekstrim tersebut, karena ia sebelumnya melihat olahraga ini wilayah Puncak Bogor.”Tapi disini ketinggiannya jauh lebih bagus,” kata Kapolda.

    ‎Selain memperlombakan paralayang dan gantolle , ini mengukur kemampuan dan mempromosikan hamparan Garut yang cukup indah sekitar Gunung Putri.

    Kapolda Jabar, Irjen Polisi Agung Budi Maryoto dan Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna turut terbang membawa pesan damai dalam Pilkada dan Anto Hoax. Ada 153 atlet Paralayang dan Gantole dari seluruh pelosok Nusantara ikut andil dalam even Kapolda Cup 2018 yang digelar selama empat hari tersebut. 

    Banyaknya peserta dibandingkan dengan even yang sebelumnya di Bali yang hanya diikuti 110 atlit, even Paralayang kali ini berhasil meraih rekor MURI sebagai peserta even Paralayang terbanyak Se-Indonesia.

    Satu persatu atlet Paralayang terbang di udara dengan ketinggian 1.400 meter diatas permukaan laut, mulai dari Puncak Gunung Putri hingga ke kawasan Rancabango sebagai lokasi landing. Saat terbang mereka melakukan aksi manuver dengan berputar-putar memiringkan parasut. Sebagaian diantara peserta sengaja membawa bendera yang berisi ajakan Pilkada damai dan pesan anti hoax.” (Udg)