Diduga sungai cigede dijadikan pembuangan limbah B3 Puskesmas Sukamulya

     

    Dejurnal.com, Ciamis – Kekagetan Kades Sukamulya Yaya Sunarya terbersit ketika di konfirmasi terkait adanya pembuangan sampah
    medis/limbah B3 bercampur sampah lainnya di sungai Cigede, yang diduga di hasilkan dari Puskesmas Sukamulaya Cihaurbeuti.

    “Limbah medis dari puskesmas ujar Kades, tidak boleh dibuang sembarangan, limbah medis ada sistem, yang dibuangnya ada kaitan dengan intansi yang membawa dan menghancurkan limbah berbahaya itu,” ujar Yaya.

    Kekagetan Kepala Desa bertambah lantaran mengaku baru mengetahui di wilayahnya ada tempat pembuangan sampah liar yang diduga sebagi lokasi pembuangan limbah B3. Puskesmas, ia mengatakan pembuangan sampah limbah keluarga sudah disediakan TPS di tiap kedusunan yang tiap 4-5 bulan sekali dikelola kedalam dan sesekali dibakar, selanjutnya akan mengur dan menginformasikan ke pihak Puskesmas.

    Sementara itu, Kepala Puskesmas Sukamulya, Neli juga merasa kaget dengan adanya kabar adanya limbah media yang dibuang sembarangan.

    “Mungkin ada bagian cleaning service ketika ada sampah dibuang kesana, sebenarnya ada dua tempat sampah (infeksius dan non infeksius), haduh adaaa… ada saja, padahal kita sudah siapkan safetybox lho” ujar Neli didampingi Kasubag TU dan setaf bagian Sanitasi Puskesmas Sukamulya kepada kami dejurnal.com, kamis (19/4/2018), saat dikonfirmasi dugaan penanganan ada limbah medisnya melanggar aturan dengan diperlihatkan vidio sebagai fakta dugaan gambar limbah B3, dan sisa pembakaran jarum suntik utuh atau limbah Puskesmas bercampur sampah lainnya.

    Dijelaskan Neli, Kecamatan Cihaurbeuti memiliki 2 Puskesmas yakni Puskesmas Cihaurbeuti dan Puskesmas Sukamula, dalam penanganan limbah medisnya bekerjasama dengan PT TMC, bila ada pemberitahuan dari pihak pengangkutan untuk pengambilan maka dikirim ke Puskesmas Ciahaurbeuti.

    “Kita sediakan safetybox, jadi ketika misal ada jarum suntik bekas imunisasi atau kegiatan-kegiatan baik di KIA, UGD, Posyandu. Ketika pelayanan diluarpun selalu disediakan safety box, lalu dimasukan kegudang dulu sebelum ada konvirmasi akan ada pengankutan dari PT TMC,” kata Neli yang dibenarkan bagian Sanitasi Agus Hermawan mereka menghasilkan rata-rata perbulannya 15 Kg limbah B3 padat yang sudah tiga bulan ini tidak di angkut karena menunggu informasi pengangkutan.

    Ketika di mintai tanggapan terkait limbah medis B3 lewat telphone seluler awak media seperti di lansir bedanews.com Sekdis Diskes Ciamis, Rahmat Jumawan yang sudah sebulan lalu disampaikan informasi ini menghaturkan terimakasih atas informasi dan konfirmasinya, selanjutnya akan dijadikan bahan untuk terus mengingatkan Puskesmas untuk selalu mengawasi limbah di Puskesmas.

    Tanggapan secara kedinasan tidak pernah menyarankan limbah medis puskesmas dibuang disembarang tempat.

    “Di DPA Puskesmas sudah tertuang, terencana anggarannya sekian rupiah ada anggaran, uangnya sudah ada cuman solusinya ketika menunggu diambil rekanan mereka tidak ngambil, kita melakukan pengawasan juga namun tidak seperti awak media” kata Rahmat seraya mengaskan yang harus bertanggung jawab itu Kepala Puskesmas terhadap yang terjadi dilapangan.***

    Jepri/tim