Banjir Sampang, Tujuh Desa dan Empat Kelurahan Tergenang

Dejurnal.com – Sampang – Banjir yang melanda Kabupaten Sampang Madura Jawa Timur, senin (12/03/2018) mulai meluas hingga menggenang di 7 Desa dan 3 Kelurahan, Yakni Desa Kemoning, Desa Pangilen, Desa Tanggumong, Desa Banyumas, Desa Paseyan, Desa Panggung, dan Desa Gunung Maddah, serta Kelurahan Dalpenang, Kelurahan Rongtengah, Kelurahan Gunung Sekar dan Kelurahan Karang Dalam. Banjir yang sudah ke tujuh kali selama dua bulan tersebut, kali ini masuk dalam kategori banjir besar di Tahun 2018. sebelumnya, banjir yang terjadi di Kabupaten Sampang di Tahun 2018 hanya menggenang di tiga Desa dan satu Kelurahan.

Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Sosial dan Korban Bencana Alam (PSKBA) Dinas Sosial Kabupaten Sampang Syamsul Arifin, S.sos, saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya saat ini sedang melakukan pembukaan dapur umum (DU) yang akan di tempatkan dibeberapa titik yang berdekatan dengan lokasi banjir, sehingga dalam pendistribusian nasi bungkus terhadap korban banjir lebih mudah terjangkau.

“Sekitar 3.500 nasi bungkus yang akan didistribusikan oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Sampang bersama anggota Kampung Siaga Bencana (KSB) yang akan di bantu oleh TNI dan Polri,”Terang Syamsul Arifin yang kerab di sapa H. Arif.

lebih lanjut H. Arif mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan pengambilan Logistik di Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur untuk penambahan, di Kawatirkan banjir yang terjadi akan semakin membesar.

“Jika tidak terjadi hujan lagi didaerah Pantai Utara (Pantura) dan bertepatan dengan air pasang, maka banjir tidak akan lebih besar,”Imbuhnya menegaskan.

Terlisah, Ketua Tagana Kabupaten Sampang, Molyadi, saat dikonfirmasi melalui selulernya menjelaskan, pihaknya masing berada di Posko Tagana Jawa Timur dalam proses pengambilan logistik, namun dirinya belum bisa memastikan jumlah logistik yang akan di ambil di gudang logistik Provinsi Jatim.

“yang jelas selimut, matras dan makanan siap saji, sudah siap untuk dilakukan pengambilan,”Ujarnya.

Berdasarkan hasil pantaun DeJurnal, akibat banjir yang melanda terpaksa fasilitas pendidikan di tutup, sementara para pedagang yang berjualan di Pasar Degedeg Kelurahan Rongtenga.h terpaksa berjualan di pinggir jalan.(Artha)