Kades Kadununggal Gerak Cepat Tangani Anak Gejala Stunting

Dejurnal.com, Kab. Sukabumi – Memulai kerjanya sebagai kepala desa baru, Muhammad Yusuf atau dikenal dengan panggilan Bako sebagai Kepala Desa Kadununggal Kecamatan Kalapa Nunggal mencoba untuk mengeksplorasi situasi dan kondisional masyarakat desanya. Hal tersebut dilakukan untuk menumbuhkembangkan kesalehan sosial dan budaya gotong royong di desanya.

Dan dari hal itu, kepala desa menemukan seorang anak yang memiliki gejala stunting. Dengan gerak cepat, Kepala Desa Kadununggal Bako segera mendatangi Rahma (7 tahun), anak dengan gejala stunting beserta orang tuanya untuk segera menangani anak mereka.

“Ini sudah menjadi kewajiban saya selaku kepala desa untuk segera menangani Rahma,” ujar Kades Bako saat menyambangi keluarga Rahma di Kampung Giri Awas, Jumat (7/2/2020).

Sementara itu orang tua Rahma menjelaskan bahwa anaknya menurut analisa dokter memiliki keterlambatan berkembang.

“Sudah pernah dibawa ke dokter dan RS Sekarwangi,” ujar Darna, orang tua Rahma.

Awalnya, menurut ia, Rahma mulai seperti ini ketika umur enam bulan dan perkembangannya tidak tentu, kadang sehat kadang tidak, kadang ceria kadang tidak.

“Rahma rutin dibawa ke posyandu, namun entah kenapa tak ada perkembangan,” ujarnya.

Menurut Darna, yang paling mengenaskan jika Rahma sudah menjerit-jerit sambil memegang kepala seperti yang kesakitan.

“Alhamdulillah, baru pak kades ini yang mau datang melihat dan punya kepedulian terhadap anak saya,” pungkas Darna berkaca-kaca.

Pasca mengunjungi Rahma, Kepala Desa Bako kemudian langsung berkoordinasi dengan Puskesmas Kalapa Nunggal agar penanganan Rahma menjadi skala prioritas.

“Hasil dari menghadap Puskesmas, pasien Rahma ini sudah ditangani dan dijadikan prioritas utama,” tuturnya.

Kades juga langsung berkoordinasi dengan Camat terkait kondisional Rahma.

“Jadwal Senin akan saya bawa RS bersama bidan desa,” pungkasnya.

Sebagai kepala desa, Bako berterimakasih kepada Puskesmas Kalapa Nunggal yang telah memprioritaskan Rahma untuk segera ditangani.

“Ini juga tak lepas dari peran Bidan Agitha, biarpun istri Kades Cicareuh namun tetap mau mendatangi rumah warga untuk menyisir sehingga pasien anak bernama Rahma langsung dapat tertangani,” pungkasnya.***Aldy/Pardi